{"id":873,"date":"2026-04-15T07:21:27","date_gmt":"2026-04-15T07:21:27","guid":{"rendered":"https:\/\/baksokalilarangan.id\/article\/?p=873"},"modified":"2026-04-15T07:21:27","modified_gmt":"2026-04-15T07:21:27","slug":"top-10-makanan-enak-di-bogor-yang-wajib-kamu-coba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baksokalilarangan.id\/article\/top-10-makanan-enak-di-bogor-yang-wajib-kamu-coba\/","title":{"rendered":"Top 10 Makanan Enak di Bogor yang Wajib Kamu Coba"},"content":{"rendered":"<h1>Top 10 Makanan Enak di Bogor yang Wajib Kamu Coba<\/h1>\n<p>Bogor, kota yang dikenal dengan julukan &ldquo;Kota Hujan,&rdquo; tidak hanya menawarkan keindahan alam dan udara sejuk. Kota ini juga menjadi surga bagi para pencinta kuliner. Terletak tidak jauh dari Jakarta, Bogor menjadi destinasi favorit untuk berwisata kuliner. Dari hidangan tradisional hingga modern, berikut adalah sepuluh makanan enak yang wajib kamu coba saat berkunjung ke Bogor.<\/p>\n<h2>1. Toge Goreng<\/h2>\n<h3>Sejarah dan Asal Usul<\/h3>\n<p>Toge Goreng merupakan makanan khas Bogor yang kaya akan sejarah. Hidangan ini sebenarnya tidak digoreng, tetapi direbus. Nama &#8220;goreng&#8221; berasal dari campuran bumbu yang ditumis.<\/p>\n<h3>Bahan dan Penyajian<\/h3>\n<p>Terbuat dari toge, mi kuning, dan potongan tahu goreng, semuanya dicampur dengan saus yang terbuat dari oncom, tauco, dan kecap manis. Rasa gurih dan manis bercampur dalam satu porsi.<\/p>\n<h3>Tempat Rekomendasi<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Toge Goreng Ibu Hj. Omah<\/strong> di Jalan Surya Kencana adalah tempat legendaris yang tidak boleh dilewatkan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>2. Asinan Bogor<\/h2>\n<h3>Rasa Unik<\/h3>\n<p>Asinan Bogor menawarkan rasa segar dan asam yang khas. Terbuat dari sayuran segar yang direndam dalam kuah cuka dan disajikan dengan kacang tanah goreng.<\/p>\n<h3>Jenis Asinan<\/h3>\n<p>Terdapat dua jenis asinan yang terkenal, yaitu asinan sayur dan asinan buah, keduanya sama-sama menggugah selera.<\/p>\n<h3>Tempat Rekomendasi<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Asinan Gedung Dalam<\/strong> adalah salah satu tempat terbaik untuk menikmati asinan ini.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>3. Soto Mie Bogor<\/h2>\n<h3>Komponen Makanan<\/h3>\n<p>Soto Mie Bogor adalah perpaduan soto dan mi yang sangat menggugah selera. Daging sapi, kikil, dan risoles ditambahkan ke dalam mi kuning dan kuah kaldu kuning.<\/p>\n<h3>Tempat Rekomendasi<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Soto Mie Mang Ohim<\/strong>terletak di Jalan Taman Cimanggu, menyajikan soto mie dengan cita rasa otentik.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>4. Doklang<\/h2>\n<h3>Bahan dan Penyajian<\/h3>\n<p>Doclang adalah makanan tradisional yang mirip dengan ketoprak. Terbuat dari lontong, tahu, telur, dan kemudian disiram dengan bumbu kacang serta ditabur kerupuk.<\/p>\n<h3>Tempat Rekomendasi<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Doclang 405<\/strong>yang bisa ditemukan di Jalan Pasir Kuda, adalah tempat legendaris yang menyajikan doclang lezat.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>5. Laksa Bogor<\/h2>\n<h3>Rasa Istimewa<\/h3>\n<p>Laksa Bogor memiliki kuah santan kental yang kaya rasa. Hidangan ini biasanya berisi oncom, bihun, tauge, dan daun kemangi.<\/p>\n<h3>Tempat Rekomendasi<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Laksa Desa Cincau<\/strong> memberikan pengalaman menyantap laksa yang sangat khas dan otentik.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>6. Cungkring<\/h2>\n<h3>Hidangan Lezat<\/h3>\n<p>Cungkring adalah makanan berbahan dasar kikil dan kepala sapi yang didampingi lontong dan bumbu kacang. Teksturnya yang kenyal menjadi daya tarik tersendiri.<\/p>\n<h3>Tempat Rekomendasi<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Cungkring Pak Jumat<\/strong> di Jalan Suryakencana menjadi tempat terbaik untuk menikmatinya.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>7. Ayam Goreng Desa<\/h2>\n<h3>Hak istimewa<\/h3>\n<p>Dibandingkan dengan ayam goreng biasa, ayam goreng kampung Bogor lebih gurih dan renyah. Biasanya disajikan dengan sambal dan lalapan.<\/p>\n<h3>Tempat Rekomendasi<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Ayam Goreng Aroma<\/strong> di Jalan Pangrango adalah destinasi yang wajib dikunjungi.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>8. Geng Ngohiang Aut<\/h2>\n<h3>Kuliner Tionghoa<\/h3>\n<p>Ngohiang adalah makanan khas peranakan yang terbuat dari daging babi atau ayam dibalut dengan adonan tepung lalu digoreng.<\/p>\n<h3>Tempat Rekomendasi<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Geng Ngohiang Aut<\/strong> menjadi favorit para penggemar makanan peranakan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>9. Roti Unyil<\/h2>\n<h3>Makanan Ringan<\/h3>\n<p>Roti unyil adalah roti kecil dengan varian isi, seperti cokelat, keju, dan sosis, yang sangat digemari anak-anak hingga orang dewasa.<\/p>\n<h3>Tempat Rekomendasi<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Roti Venus Unyil<\/strong> di Jalan Pajajaran terkenal dengan variasi rasa dan kelezatannya.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>10. Ini Pala<\/h2>\n<h3>Pelepas dahaga<\/h3>\n<p>Es Pala Bogor yang terbuat dari sari buah pala, dicampur dengan gula, dan disajikan dengan es batu. Minuman ini<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Top 10 Makanan Enak di Bogor yang Wajib Kamu Coba Bogor, kota yang dikenal dengan julukan &ldquo;Kota Hujan,&rdquo; tidak hanya menawarkan keindahan alam dan udara sejuk. Kota ini juga menjadi surga bagi para pencinta kuliner. Terletak tidak jauh dari Jakarta, Bogor menjadi destinasi favorit untuk berwisata kuliner. Dari hidangan tradisional hingga modern, berikut adalah sepuluh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":875,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[51],"class_list":["post-873","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-makanan-enak-bogor"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baksokalilarangan.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baksokalilarangan.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baksokalilarangan.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baksokalilarangan.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baksokalilarangan.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=873"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/baksokalilarangan.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/873\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":876,"href":"https:\/\/baksokalilarangan.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/873\/revisions\/876"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baksokalilarangan.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/media\/875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baksokalilarangan.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baksokalilarangan.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baksokalilarangan.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}